
Entrepreneur is My Way
Saya adalah seorang Sarjana Komputer, pekerjaan terakhir saya adalah seorang Supervisor di salah satu bank swasta di kota Batam. Sebelum terjun ke dunia kuliner, saya juga pernah bekerja di dunia Akademik dan pertelevisian Nasional. Sebenarnya niat untuk menjadi wirausaha sudah ada sejak awal tahun 2008. Tetapi dikarenakan saya dan istri masih sama-sama bekerja, akhirnya cita-cita ini hanya bisa sebagai bisnis angan-angan saja.
Awal mulanya tidak ada niatan untuk menjadi seorang entrepreneur/wirausaha, kemudian mengalir begitu saja karena dorongan dalam diri saya yang ingin mensejahterakan keluarga dan ingin membantu banyak orang. Hal ini bermula pada saat karir saya sedang menanjak di bank, dimana waktu saya dengan keluarga tidak pernah saya dapatkan dan imajinasi/inovasi otak saya juga tidak bisa berkembang.
Setelah keluar dari salah satu Bank Swasta di Kota Batam akhir 2008, saya mencoba untuk mencari makanan asli dari tanah Melayu Batam yang bisa saya kembangkan untuk dijadikan oleh-oleh khas Batam. Awal tahun 2009 dengan modal Rp. 5 juta hasil dari pencairan Jamsostek selama saya bekerja hampir lebih dari 7 tahun, saya memberanikan diri untuk menyewa counter sebesar 2 x 3 meter di kawasan pasar Mega Legenda. Dengan hanya modal meja kedai kopi pinjaman, saya mencoba berjualan kerupuk ikan, keripik talas/keladi pedas dan beberapa makanan kecil/jajanan pasar yang sering dijual di Batam. Pada saat usaha jajanan pasar ini, saya dan istri masih mencari kue khas Melayu yang harus saya angkat untuk dijadikan ‘Oleh-Oleh Khas Melayu’ dari kota Batam. Sambil mencari makanan ini, saya juga diajak bekerjasama dengan teman saya untuk menjalankan beberapa usaha seperti cuci motor & mobil (car wash), cuci helm dan angkringan. Dikarenakan tidak fokus pengelolaannya, Alhamdulillah semua usaha ini tutup semuanya.
Berdasar pembelajaran ini, akhirnya saya lebih fokus dengan cita-cita saya yang pertama yaitu ingin mengangkat Kuliner Melayu Batam yang diangkat untuk menjadi oleh-oleh atau buah tangan khas dari Batam. Setelah saya menemukan kue Bingka Bakar dan kue Bilis, kemudian terlintas dalam benak saya bahwa kue ini layak/patut saya angkat untuk dijadikan oleh-oleh khas Batam.
Sempat tidak fokus selama 2 bulan, akhirnya pada bulan Februari 2009 saya mulai berjualan Kue Bingka Bakar, dengan hanya 15 buah kue dan harga jual per buah adalah Rp. 8.000,- dan menggunakan packging sederhana memakai kotak kue warna putih.Jualan saya selain di counter kecil ini, saya juga mencoba memasarkan produk kue Bingka saya ini ke beberapa acara di kota Batam, di kelurahan (seperti penyuluhan KB), di kecamatan-kecamatan di kota Batam, juga di alun-alun Kota Batam (seperti acara MTQ tingkat Kota Batam maupun Provinsi Kepulauan Riau) dan beberapa acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau maupun EO yang ada dikota Batam.
Karena seringnya ikut jualan dibeberapa Expo di kota Batam, akhirnya produk saya mulai dilirik oleh Pemerintah kota Batam, KADIN Kota Batam. Dan pada bulan Agustus 2009, atas nama Pemko Batam, saya diajak untuk expo di Singapura yaitu acara Asia Food Festival dan Alhamdulillah respon pengunjung disana baik. Pada bulan Oktober 2009, saya diajak ke Bandung untuk expo pariwisata. Akhir tahun 2009 pada saat malam pergantian tahun saya jualan di alun-alun Engku Putri, Batam Centre. Disinilah penjualan saya mulai bagus, karena produk saya mulai dikenal oleh masyarakat Batam.
Dari Expo ke Expo, di Kota Batam, Jakarta, Bandung, Surabaya,dan negara tetangga seperti Singapura,Malaysia usaha saya ini dibesarkan. Dari produksi yang cuma 15 buah kue Bingka Bakar per hari di tahun 2009, diawal tahun 2010 saya sudah mulai memproduksi per hari 50 kue Bingka Bakar dan terus meningkat 300-700 kue per hari di tahun 2011. Cara saya mendapatkan Ruko yang strategis di Pusat Pemerintahan ini juga tidak gampang, karena hasil dari penjualan selama tahun 2009 tidak mencukupi. Alhamdulillah istri saya seorang PNS, dengan jaminan SK istri inilah saya bisa mendapatkan kredit untuk pembelian Ruko. Setelah saya menempati tempat baru di ruko Puri Legenda, tempat yang lebih strategis dan lebih nyaman, omzet saya naik drastis yaitu dari beromzet 12 jutaan per bulan di tahun 2009, menjadi 100 jutaan di bulan April 2010 dan terus berkembang hingga sekarang.
Pada tanggal 23 Mei 2011, saya melebarkan sayap dengan membuka cabang ke 2(dua) di Nagoya (pusat bisnis Kota Batam) dan pada tanggal 17 Agustus 2011 saya juga membuka cabang ke 3(tiga) di Ruang Keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam Gate A5-A6. Pada tanggal 24 November 2011 , saya membuka cabang lagi yang ke 4(empat) di sebuah Mall di kota Batam yaitu Batam City Square. Di akhir tahun 2011 tepatnya 19 Desember 2011, saya juga membuka cabang ke 5(Lima) di daerah padat penduduk yaitu, di Ruko Gajah Mada Square, Tiban.
Adapun Outlet kami adalah sebagai berikut:
1 Ruko Puri Legenda Blok D.1 No.03, Batam Centre
2 Ruko Sakura Anpan Blok B No.3 Nagoya, Batam
3 Ruang Keberangkatan Gate A5-A6 Lantai II, Bandara Internasional Hang Nadim, Batam
4 Pintu 1 BCS Mall (Samping Ruang Informasi), Baloi-Batam
5 Ruko Gajah Mada Square Blok D No. 01, Tiban-Batam
Adapun penghargaan yang telah kami raih adalah sebagai berikut:

Pemenang Terbaik 1 Wirausaha Muda Mandiri Kategori Mahasiswa Program Pasca Sarjana dan Alumni Bidang Usaha Boga Mandiri 2010

UMKM Kreatif Versi KADIN Provinsi Kepulauan Riau 2010.

Winner of “ Who wants to Be the Young Entrepreneur Indonesia Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2011”

Juara 1 Konvensi Gugus Kendali Mutu Tingkat Provinsi Riau, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau 2011

5. The Best Entrepreneur Of The Years 2011 Indonesia Community Center (ICC)
Semoga kisah saya ini, bisa menjadi inspirasi buat rekan-rekan yang ingin menjadi seorang Entrepreneur/Wirausahawan. Amin
Akhir kata ada dua bait Pantun dari kami :
SRI MERSING LAGU MELAYU
DINYANYIKAN OLEH SEORANG BIDUAN
BIAR ZAMAN TERUS BERLALU
KUEH MUIH MELAYU DILUPE JANGAN
KE PULAU MENATANG DIWAKTU MALAM
BERANGAN DISANTAP OLEH CEK LUBIS
KALAU TUAN PUAN DATANG KE BATAM
JANGAN LUPE MEMBAWA KUE BINGKA & KUE BILIS
