Tinggalkan Karir Mapan Demi Ciptakan Lapangan Kerja

Monday, 24 January 2011 13:17

Pilih Hari, 22 Januari 2011 - 13:51:52 WIB
Rosnendya Wisnu Wardhana

 

 

Sosok Rosnendya Wisnu Wardhana memang patut diteladani. Bapak dua anak ini rela melepas jabatan penting di sebuah bank swasta di Batam demi untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Dana Rp 5 juta yang berasal dari pencairan dana Jamsostek selama bekerja sebagai karyawan sebuah Bank dia jadikan sebagai modal usaha yang bergerak dalam bidang kuliner khas Melayu, KUE BINGKA BAKAR Nay@Dam pada tahun 2009. Nama itu diambil dari nama kedua buah hatinya, Nay dan Adam.

Mengkhususkan pada kuliner khas Melayu berupa kue oleh-oleh khas Batam, adalah strategi yang dijalankan Wisnu. Dengan spesialisasi itu, usaha lelaki kelahiran Purwokerto, 17 Agustus 1976 ini pelan-pelan mulai berkembang.

Pada tahun 2009 juga, Wisnu mampu mempekerjakan 6 orang karyawan  dan membuka 2 outlet di Batam yang menghasilkan omzet Rp. 155.235.000, sehingga Wisnu bisa meraup laba bersih sebanyak Rp.56.257.000.

Kemudian pada tahun 2010, Wisnu memutuskan untuk memaksimalkan satu outlet saja dengan jumlah pekerja 19 orang. Omsetnya meningkat menjadi Rp 1.841.740.850 dengan laba bersih Rp.756.254.366.

Untuk lebih memaksimalkan usahanya, Wisnu mengikuti  Lomba Wirausaha Mandiri 2010 untuk Kategori Pascasarjana dan Alumni, Bidang Usaha Boga Mandiri. Sebab, Wisnu ingin dibina oleh Bussiness Coach yang handal yang dapat memberikan ilmu pengetahuan yang lebih spesifik tentang wirausaha.

Dengan niat sungguh-sungguh ingin belajar, Wisnu malah berhasil keluar sebagai Pemenang 1.Uang hadiah Rp 25 juta yang diraihnya akan digunakan sebagai tambahan modal usaha.

Sebagai seorang wirausaha, Wisnu menyarankan kepada kawula muda agar  tidak hanya mengharapkan pekerjaan dari orang lain, melainkan harus mampu memberikan pekerjaan kepada orang lain. (GI/*)


Penulis : ( Citra )

 

 

http://generasiindonesia.com/berita-39-tinggalkan-karir-mapan-demi-ciptakan-lapangan-kerja.html

 

Last Updated on Monday, 24 January 2011 13:24