Oleh-oleh Khas Batam Diserbu

Friday, 24 September 2010 01:18

Penjualan makanan  ataupun oleh-oleh khas Batam mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama Lebaran tahun 2010. Makanan khas dari Batam dan Melayu ini, seperti bingka bakar dan kue bilis yang ditawarkan Nay@Dam, dan kek pisang yang hadirkan Kek Pisang Villa.

”Kalau kita, peningkatan pembelian sejak 10 hari terakhir puasa,” kata pemilik  Nay@Dam, Wisnu, kemarin.

Bahkan lantaran banyaknya permintaan, semula toko yang menjual oleh-oleh khas Melayu, di Ruko Puri Legenda, Batam Centre itu akan tutup hari terakhir puasa, Kamis (9/9), jadinya tetap beroperasi hingga malam. ”Karena sudah banyak lagi permintaan mulai hari ini (Minggu, Red) kami juga mulai buka kembali,” ujarnya.

Dia juga menyebut, dibanding tahun lalu, Lebaran 2010 ini penjualan oleh-oleh khas melayu yang ditawarkan Nay@Dam meningkat 100 persen. ”Alhamdulillah, oleh-oleh khas Melayu semakin diminati, terutama saat jelang Lebaran,” ucapnya.

Wisnu menambahkan, di tengah ketatnya persaingan dan beragamnya makanan khas yang bisa diperoleh di Batam, terutama makanan dari Singapura dan Malaysia, oleh-oleh khas Melayu seperti bingka bakar dan kue bilis mulai dilirik masyarakat sebagai oleh-oleh.

Bahkan yang mencari makanan ini saat melancong ke Batam tidak hanya warga Batam dan dari kota lain. Warga rumpun Melayu lainnya yaitu Malaysia dan Singapura tak sedikit meminati makanan khas zaman kerajaan Melayu itu.

”Kue ini memang unik dan mungkin oleh beberapa generasi tidak dikenal. Nah, di Nay@Dam makanan khas zaman kerajaan Melayu itu kembali menghadirkan untuk mengobati rasa rindu,” ungkap Wisnu.

Kek pisang yang dihadirkan Kek Pisang Villa juga sama, menjelang Lebaran Idul Fitri 1431 H ini juga banjir peminat. Hal itu diakui Selvi, pemilik Kek Pisang Villa. ”Peningkatan mulai H-7 dan hari Lebaran pertama dan kedua permintaan semakin banyak,” ujarnya.

Selain warga Batam yang akan mudik dan pendatang dari kota lain, Kek Pisang Villa banyak diburu masyarakat yang berhari raya di Batam. ”Ya, sudah menjadi makanan salah satu hidangan khas saat Lebaran,” lanjutnya.

Mengenai penjualan, Selvi menyebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan. ”Dibanding hari biasa meningkat 100 persen,” akunya sembari tersenyum.

Varian mana yang paling diminati? Selvi menyebut hampir semua. Karena kek pisang ini sudah dijual dalam bentuk paket. Sehingga pembeli bisa menikmati semua varian rasa yang tersedia.

”Kek Pisang Villa sudah dikenal luas masyarakat Batam dan Kepri umum serta juga warga luar kota,” ungkapnya. (wie)

Sumber : Batampos.co.id