Disukai Turis, Dibawa Pulang Artis

Friday, 24 September 2010 01:14

Kek dan Bingka, Oleh-oleh Khas Batam

Batam punya oleh-oleh khas berupa kek pisang, kue bingka, kue bilis, kaos oblong, dan lainnya. Tak hanya turis yang suka, puluhan artis pun pulang dari Batam membawa oleh-oleh khas Batam, itu. ”Ke pulau menatang di waktu malam, Berangan disantap oleh cik Lubis, Kalau tuan dan puan datang ke Batam, Jangan lupa membawa kue bingka dan kue bilis.”


Sebaris pantun itu terpampang di depan toko Nay@dam, toko yang menjual oleh-oleh khas Melayu, di Ruko Puri Legenda, Batam Centre. Pantunnya pas, menggambarkan tokonya yang menjual kue bingka bakar dan kue bilis. Menurut Niwen, pemilik Nay@dam, kue bingka adalah kue yang dulunya biasa dibuat masyarakat Melayu di pulau-pulau saat menggelar kenduri. Keluarga Niwen di Belakangpadang, biasa membuat kue itu. ”Orang Melayu biasanya menyebut kue bingke,” tuturnya, Senin (6/9).


Kue bingka berbahan tepung terigu, telur, santan, gula pasir, dan garam. Adonan kemudian dibakar di loyang berbentuk bunga, bersegi delapan. ”Kenapa bentuknya bunga, saya tak tahu. Dari dulu seperti itu,” tukasnya. Sedangkan kue bilis, terbut dari ikan teri yang digulung dalam adonan tepung. Ikan terinya dibeli dari kawasan Galang dan pulau-pulau sekitar Batam. Kue ini biasa juga disebut kue bilis berselimut, bilis sembunyi dan lainnya.
Berdiri sejak setahun lalu, Nay@dam kini menjadi pusat oleh-oleh khas Melayu dan Batam. Padahal awalnya, Niwen membuatnya hanya untuk teman-teman kantornya. Karena banyak yang suka, Niwen dan suaminya, Rosnendya Wisnu, akhirnya membuka pusat oleh-oleh itu.


Tapi tak asal buka. Niwen dan Wisnu lebih dulu konsultasi pada tokoh Melayu di Tanjunguma. Niat Niwen disetujui. Bahkan agar rasa Melayunya makin lekat, muncullah pantun di atas, yang juga dibikinkan tokoh itu.  Kini, Nay@dam tak hanya menjual kue bingka bakar dan kue bilis. Tapi juga menjual kek pisang dan makanan kecil lainnya.


P Tarigan, seorang manajer di sebuah perusahaan di Batam, mengaku tak lengkap pulang ke Medan jika tak bawa oleh-oleh dari Nay@dam.  Pusat oleh-oleh khas Batam yang sudah lebih dulu terkenal adalah Kek Pisang Villa. Gerainya banyak, tersebar di Nagoya, Batam Centre, Mukakuning, Penuin, dan di bandara Hang Nadim.


Kek Pisang Villa punya tagline ”Batam, Ya Kek Pisang Villa”. ”Saya ingin, ketika orang ingat Batam, mereka ingat Kek Pisang Villa,” kata Selvi Nurlia, pemilik Kek Pisang Villa, Senin (6/9). Kek Pisang Villa yang dirintis Selvi dan Denni Delyandri, suaminya, sering dikunjungi rombongan turis asing dan nusantara yang datang ke Batam. Biasanya, turis-turis itu datang bersama tour guide dalam rombongan besar.


Kek Pisang Villa menyediakan beragam rasa kek pisang. Ada rasa blackforest, keju, blueberry, pandan, dan mocca. Selain itu, mereka juga menyediakan makanan khas Melayu dan daerah lainnya, sebagai pelengkap.  Menurut Selvi, banyak pembeli yang pernah datang memesan kembali kek pisang mereka. Ada yang datang ke pameran mereka di luar kota, ada juga yang pesan lewat e-mail. ”Hampir rata-rata yang pernah datang, beli lagi,” tuturnya.


Turis-turis Singapura dan Malaysia juga rata-rata datang ke gerai-gerai Kek Pisang Villa. Mereka tahu Kek Pisang Villa dari rekannya yang sudah lebih dulu mencicipi kek pisang khas Batam itu. Tak hanya turis, puluhan artis pernah mencicipi manisnya Kek Pisang Villa. Foto-foto mereka dalam pose menenteng sekotak kek pisang terpampang di dinding toko Kek Pisang Villa di Ruko Nusantara Golden, Batam Centre. Ada Pasha Ungu, Tukul Arwana, Bams Samsons, Baim dan isterinya Artika Sari Devi, Choki Sitohang, Yuni Sara, Dorce, Ari Lasso, Titi Kamal dan lainnya.


Di luar para pesohor itu, foto sejumlah pejabat teras negeri ini juga terpampang di sana. Seperti Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.  Terkenalnya Kek Pisang Villa, tak lepas dari berbagai penghargaan yang diterima Denni Delyandri. Denni pernah meraih penghargaan sebagai pemenang III Wirausaha Muda Mandiri 2008, UKM terbaik se-Kepri 2008, finalis Paramakarya 2009 dan pemenang II Young Marketer Champion 2009.


Tahun ini, giliran Silvi yang menjadi finalis Ernst & Young for Winning Women. ”Pengumumannya, 21 September nanti,” kata Silvi. Soal rasa, coba simak komentar Eti Lestari, 37, warga Batubesar. Senin (6/9), Eti membeli sekotak kek pisang di gerai Kek Pisang Villa di Batam Centre. ”Rasanya enak, lain dari yang lain. Saya beli sekotak untuk buka puasa,” tukasnya.


Di luar makanan, Batam juga punya oleh-oleh khas lainnya seperti kaos. Namanya T-Obenk. Lokasinya berdekatan dengan gerai Kek Pisang Villa di Batam Centre. T-Obenk, menjual kaos oblong dengan desain dan gambar-gambar khas Batam seperti jembatang Barelang, peta Batam, tulisan Visit Batam 2010 dan lainnya. **

Last Updated on Friday, 24 September 2010 01:17